Skip to main content

Mahasiswa Baru Udinus Tanam 3.000 Bibit Mangrove di Pantai Tapak Semarang dalam Rangkaian Dinus Inside 2026

Mahasiswa Baru Udinus Tanam 3.000 Bibit Mangrove di Pantai Tapak Semarang dalam Rangkaian Dinus Inside 2026

Penanaman 3.000 bibit mangrove di Pantai Tapak, Kecamatan Tugu, Kota Semarang sukses digelar oleh perwakilan dari 3.658 mahasiswa baru (maba), dosen, serta perwakilan Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian hari kedua Dinus Inside 2026 pada Selasa (08/09/2026), yang rutin digelar setiap tahun oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

Penanaman di area konservasi hutan mangrove tersebut bertujuan menahan laju abrasi yang terus mengancam pesisir utara Kota Semarang. Melalui program ini, Udinus berupaya menanamkan kesadaran ekologis sejak awal masa perkuliahan sebagai bentuk komitmen nyata kampus terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya dalam mendorong climate action sebagai aksi nyata penanganan perubahan iklim serta pelestarian ekosistem life below water.

Koordinator Penanaman Bibit Mangrove Dinus Inside 2026, Achmad Wahid Kurniawan, S.Si., M.Kom. menjelaskan bahwa lokasi penanaman mangrove di Pantai Tapak menjadi yang pertama kali dipilih. Pada tahun-tahun sebelumnya, penanaman berpusat di Kelurahan Mangunharjo. Secara konsisten, Udinus telah menanam lebih dari 35.000 pohon pesisir sejak tahun 2015.

Aktivitas ini menjadi salah satu cara mengajak maba belajar melestarikan alam. Achmad Wahid menyebut kegiatan ini sekaligus menjadi bagian penting dari rangkaian acara penerimaan mahasiswa baru tahun ini.

“Dengan adanya penanaman mangrove di Dinus Inside 2026 ini, kami mengajak adik-adik maba untuk belajar melestarikan alam, salah satunya adalah dengan menanam mangrove,” ujarnya.

Antusiasme Maba

Meisya, salah satu perwakilan maba Udinus yang ikut menanam bibit mangrove, merasa antusias dan mengaku bangga bisa berkontribusi dalam kegiatan pengabdian lingkungan tersebut. Ia berharap aksi ini dapat menyelamatkan pesisir pantai utara Semarang dari ancaman abrasi.

“Saya bangga dan senang bisa ikut berkontribusi dalam penanaman mangrove yang berdampak langsung bagi masyarakat sekitar. Semoga dengan aksi menanam mangrove ini, lingkungan pesisir menjadi lebih asri dan lestari,” ungkap Meisya.

Apresiasi turut diberikan oleh pengelola konservasi Mangrove Tapak, Sutopo. Ia berharap aksi bakti lingkungan ini dapat terus berlanjut agar pesisir Pantai Tapak semakin asri dan mampu menahan laju abrasi.

“Kami sangat berterima kasih kepada teman-teman dari Udinus karena sudah memberikan kontribusi nyata bagi kawasan kami. Harapannya, ke depannya kegiatan dari Udinus ini dapat terus berlanjut untuk berbagi manfaat bagi alam dan lingkungan, khususnya pelestarian tumbuhan mangrove,” ujar Sutopo.

Pesisir Kota Semarang saat ini terus menghadapi ancaman abrasi, sehingga penanaman bibit mangrove secara berkelanjutan menjadi langkah krusial untuk menjaga kelestarian ekosistem laut. Selain melalui aksi penanaman pohon ini, rangkaian hari kedua Dinus Inside 2026 juga mengajak maba untuk menebarkan 12.000 bibit ikan nila di Waduk Jatibarang guna menjaga keseimbangan ekosistem perairan darat.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan utama penanaman 3.000 bibit mangrove oleh mahasiswa baru Udinus?
Penanaman mangrove bertujuan untuk menahan laju abrasi di pesisir utara Kota Semarang sekaligus menanamkan kesadaran ekologis kepada mahasiswa baru sejak awal perkuliahan.

Apa fokus dan manfaat keberlanjutan dari aksi lingkungan Dinus Inside 2026 ini?
Kegiatan ini berfokus pada langkah nyata penanganan perubahan iklim serta upaya pelestarian ekosistem laut dan wilayah pesisir secara berkelanjutan. 

Berapa total pohon yang telah ditanam Udinus sejak program konservasi lingkungan dimulai?
Udinus telah menanam lebih dari 35.000 pohon mangrove secara konsisten sejak tahun 2015 di berbagai wilayah pesisir Semarang.

Apa manfaat utama dari penanaman bibit mangrove di Pantai Tapak bagi kawasan pesisir Semarang? 

Penanaman 3.000 bibit mangrove ini bermanfaat langsung untuk menahan laju abrasi yang mengancam kawasan pesisir utara Semarang, menjaga keasrian lingkungan, serta melindungi kelestarian ekosistem life below water

Berita Terbaru