Rangkuman: Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) berkolaborasi dengan TikTok Academy, program TikTok Shop by Tokopedia, menyelenggarakan pelatihan “Waktunya STARt Academy” selama tiga hari yang dibuka pada Senin, 19/10/2026, di Aula Gedung E Lantai 3 Udinus. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 mahasiswa dari berbagai program studi yang menempuh mata kuliah kewirausahaan dan bertujuan membekali mereka dengan keterampilan digital commerce praktis, sertifikasi resmi dari TikTok Academy, serta peluang karier di ekosistem TikTok Shop by Tokopedia. Para peserta wajib menyelesaikan pembelajaran melalui Learning Management System (LMS), mengerjakan tugas harian, dan lulus ujian untuk memperoleh sertifikat, dengan materi mencakup content commerce, rumus ACE, hingga ekosistem pendukung seperti TSP, MCN, dan TAP.
Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) berkolaborasi dengan TikTok Academy, program TikTok Shop by Tokopedia, menggelar pelatihan bertajuk “Waktunya STARt Academy” bagi mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan digital commerce yang praktis, lengkap dengan sertifikasi dan peluang karier di ekosistem TikTok Shop by Tokopedia. Inisiatif ini sejalan dengan upaya penguatan job creation dan financial access bagi generasi muda.
Pelatihan yang diakhiri dengan ujian sertifikasi ini berlangsung selama tiga hari dan dibuka pada Senin, 19/10/2026, di Aula Gedung E Lantai 3 Udinus. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 mahasiswa dari berbagai program studi yang menempuh mata kuliah kewirausahaan, mata kuliah konsentrasi kewirausahaan, dan program Kuliah Kerja Usaha.
Kepala Lembaga Kewirausahaan Udinus, Dr. Nila Tristiarini, S.E., M.Si., CSRA., menjelaskan bahwa sertifikasi dalam kegiatan ini berbeda dari sertifikat seminar atau webinar pada umumnya. Peserta wajib mengikuti seluruh proses pembelajaran melalui Learning Management System (LMS) milik TikTok, mengerjakan tugas setiap hari, dan lulus ujian untuk memperoleh sertifikat. Artinya, peserta berpotensi tidak lulus. Sertifikat akan diterbitkan langsung oleh TikTok Academy.
“Udinus melalui Lembaga Kewirausahaan sudah memiliki MoU dengan Tokopedia dan salah satu kegiatannya adalah TikTok Academy ini. Udinus dipilih karena kami punya perhatian besar terhadap peningkatan jumlah wirausaha muda,” ujarnya.
Menurutnya, sertifikasi memberi mahasiswa kompetensi digital marketing yang diakui. Bagi mahasiswa wirausaha, pelatihan ini juga menjadi bekal pengetahuan karena mereka langsung praktik mempublikasikan dan memasarkan produk secara jujur.
“Harapan kami, adik-adik mahasiswa tidak berhenti pada ide, tetapi sudah sampai pada implementasi produk. Yang selalu kami tekankan adalah resiliensi dan usaha yang berkelanjutan, salah satunya lewat kemampuan memasarkan secara digital,” tambah Dr. Nila. Ia juga menekankan pentingnya social entrepreneurship sebagai fondasi usaha yang memberi manfaat luas.
Dari E-Commerce ke Content Commerce
Pemateri pelatihan adalah Digital Marketing Specialist TikTok Shop by Tokopedia, Reno Andri Kurniawan. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa TikTok memiliki konsep 360 marketing, yaitu pemasaran yang tidak sebatas jualan, tetapi mencakup branding, konten, dan manajemen toko. Keunggulan platform ini, menurutnya, ada pada alur yang menyatu dari calon pembeli datang hingga check out, sehingga seluruh prosesnya dapat diukur.
“Teman-teman akan menemukan ini ketika menghadapi bisnis yang nyata, mulai dari cara mendatangkan orang sampai cara membuat pembeli membeli lagi dan lagi,” kata Reno.
Lebih lanjut dalam materinya, Reno membedakan e-commerce biasa dengan content commerce. Di e-commerce, pembeli mencari barang dengan mengetik kata kunci. Di TikTok, pembeli yang sedang menggulir layar bisa tertarik pada konten, melihat keranjang kuning, lalu langsung membeli. Praktik ini merupakan bentuk nyata dari consumer behaviour yang terus bergeser.
Ia juga memperkenalkan rumus ACE: Assortment, Content, dan Empowerment. Produk harus tertata baik dan mudah ditemukan lewat kata kunci, dijelaskan melalui konten berupa live dan video, lalu diperkuat dengan promosi, kampanye, dan iklan.
Selain itu, Reno memaparkan tiga unsur ekosistem pendukung TikTok Shop: TikTok Shop Partner (TSP) yang membantu seller mengelola konten, iklan, live, dan toko; Multi Channel Network (MCN) yang mengelola afiliasi; dan TikTok Affiliate Program (TAP).
“Ketiga unsur ini juga membuka peluang karier. Peserta yang lulus sertifikasi akan dipertemukan dengan perusahaan-perusahaan tersebut dalam job fair, karena kemampuan mengelola toko dan menjadi operator live dibutuhkan industri,” ungkapnya. Pelatihan ini pun menjadi bagian dari upaya memperkuat youth empowerment dan skill development.
Melalui “Waktunya STARt Academy”, Udinus berharap mahasiswa wirausaha tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga mampu memasarkan produknya secara digital dan siap bersaing di dunia usaha maupun dunia kerja. Ikuti terus berita kegiatan mahasiswa dan inovasi kewirausahaan Udinus lainnya. (Humas Udinus/Penulis: Haris. Foto: Humas Udinus)
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa itu pelatihan “Waktunya STARt Academy” di Udinus?
Pelatihan ini adalah program kolaborasi Udinus dengan TikTok Academy untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan digital commerce, sertifikasi, dan peluang karier di ekosistem TikTok Shop by Tokopedia.
Siapa yang dapat mengikuti pelatihan ini?
Kegiatan ini diikuti sekitar 100 mahasiswa dari berbagai program studi yang menempuh mata kuliah kewirausahaan, mata kuliah konsentrasi kewirausahaan, dan program Kuliah Kerja Usaha.
Bagaimana cara memperoleh sertifikat dari pelatihan ini?
Peserta wajib mengikuti seluruh pembelajaran melalui Learning Management System (LMS) TikTok, mengerjakan tugas harian, dan lulus ujian. Sertifikat diterbitkan langsung oleh TikTok Academy.
Apa materi utama yang diajarkan dalam pelatihan?
Materi mencakup digital marketing, content commerce, rumus ACE (Assortment, Content, Empowerment), serta ekosistem pendukung TikTok Shop seperti TSP, MCN, dan TAP.