Skip to main content

Empat Tim Udinus Lolos ke Abdidaya Ormawa 2026, Bawa Program Pemberdayaan Desa Berkelanjutan

Empat Tim Udinus Lolos ke Abdidaya Ormawa 2026, Bawa Program Pemberdayaan Desa Berkelanjutan

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) berhasil meloloskan empat tim pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) ke ajang Anugerah Abdidaya Ormawa 2026. Ajang apresiasi nasional tersebut berlangsung pada Rabu–Minggu, 21-25 Oktober 2026 di salah satu perguruan tinggi swasta yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. 

Mengusung tema “Bersama Berkarya, Berdampak untuk Indonesia Berkelanjutan”, Abdidaya Ormawa 2026 diikuti oleh 120 tim dari 60 perguruan tinggi yang mewakili 19 provinsi. Sebanyak 171 penghargaan disiapkan dalam 45 kategori untuk mengapresiasi kontribusi mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, dosen pendamping, perguruan tinggi, hingga mitra keberlanjutan.

Kepala Biro Kemahasiswaan (Bima) Udinus, Etika Kartikadarma, M.Kom., berharap keikutsertaan empat tim tersebut dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan hasil pemberdayaan masyarakat sekaligus meraih prestasi di tingkat nasional. 

“Kami berharap keempat tim Udinus dapat menunjukkan hasil terbaik dan meraih penghargaan dalam kategori yang diikuti,” ujarnya.

Empat Tim Usung Inovasi Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal

Keberagaman potensi daerah menjadi landasan bagi empat tim Udinus dalam menyusun program pemberdayaan masyarakat terpadu. Tim BEM Fakultas Ilmu Komputer (FIK) berfokus pada pengembangan Desa Wisata Getas melalui konsep regenerative tourism dan kolaborasi pentahelix guna mendorong community-based tourism serta sustainable tourism. 

Sementara itu, BEM Fakultas Kesehatan (FKes) berfokus pada penanganan stunting di Kelurahan Wonolopo melalui kombinasi teknologi digital dan food nutrition improvement demi mendukung peningkatan public health.

Di sektor pendidikan dan ekonomi, penguatan kapasitas warga dilakukan melalui pendekatan literasi serta pengembangan kewirausahaan pedesaan. Tim Kamadiksi menghadirkan program SIGESIT di Desa Campurejo untuk memperluas learning opportunities dan youth empowerment berbasis inclusive education. 

Di sisi lain, Biro SI Kediri mengoptimalkan potensi komoditas bebek gembala di Desa Kwadungan melalui value chain management untuk memperkuat microenterprise dan rural economy. Seluruh inisiatif ini mempertegas komitmen Udinus dalam mendorong collaborative planning di tingkat desa.

Dalam rangkaian Abdidaya Ormawa 2026, para peserta mengikuti Expo PPK Ormawa, penilaian poster dan luaran program, seminar, lokakarya, serta sarasehan. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ajang bagi keempat tim Udinus untuk memperkenalkan dampak positif programnya di tingkat nasional sebelum puncaknya pada malam penganugerahan, Sabtu (24/10/2026), di Taman Firdaus UMI. (Humas Udinus/Penulis: Nisfah. Editor: Haris. Desain: Humas Udinus)

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu ajang Anugerah Abdidaya Ormawa 2026?
Anugerah Abdidaya Ormawa merupakan ajang apresiasi tingkat nasional bagi organisasi kemahasiswaan pelaksana PPK Ormawa yang berhasil mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat.

Kapan dan di mana perhelatan Abdidaya Ormawa 2026 diselenggarakan?
Kegiatan ini diselenggarakan pada 21–25 Oktober 2026 bertempat di salah satu perguruan tinggi swasta yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan.

Tim mana saja dari Udinus yang berhasil lolos ke Abdidaya Ormawa 2026?
Empat tim yang lolos berasal dari BEM Fakultas Ilmu Komputer (FIK), BEM Fakultas Kesehatan (FKes), Ormawa Kamadiksi, dan Biro SI Kediri.

Inovasi apa saja yang diusung oleh keempat tim Udinus dalam ajang tersebut?
Keempat tim mengusung program berbasis potensi daerah, yakni pengembangan pariwisata berkelanjutan di Desa Getas, intervensi stunting dan gizi di Wonolopo, literasi partisipatif di Campurejo, serta penguatan usaha peternakan bebek di Kwadungan.

Berita Terbaru
Pendaftaran PMB Dian Nuswantoro