Tur Studi Malaysia-Singapura (1) : Biaya Kuliah di NUS Dapat Subsidi 70%
 
Sekitar 30 mahasiswa dan pengajar Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, baru-baru ini, mengadakan tur studi ke Malaysia dan Singapura. Di kedua negeri jiran itu, mereka mengunjungi sejumlah tempat, antara lain Urban Redevelopment Authority (URA), National University of Singapore (NUS), Kantor Singapore Mass Rapid Transit (SMRT), serta Cyber Jaya-sebuah kawasan pemerintahan dan industri berbasis teknologi informasi. Wartawan Suara Merdeka Rukardi yang mengikuti kegiatan tersebut membuat catatan perjalanan yang disajikan dalam tulisan berseri mulai hari ini.

TIAP kali muncul publikasi dari organisasi internasional tentang kualitas pendidikan negara-negara di dunia, kita sebagai bangsa Indonesia kerap harus menundukkan kepala. Pasalnya, dalam peringkat yang disusun berdasarkan penelitian saksama itu, negeri besar ini hampir bisa dipastikan menempati zona papan bawah.

Jangankan tingkat dunia, untuk ukuran Asia atau bahkan Asia Tenggara saja, kita senantiasa tak berdaya. Misalnya studi Political and Economical Risk Consultancy (PERC) tahun 2001, mendudukkan Indonesia pada peringkat 12 dari 12 negara di Asia. Tentu saja, dalam hal ini Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, dan Filipina berada di atas kita.

Demikian halnya laporan United Nations Development Programme (UNDP), dalam ''Human Development Report 2003'' tentang kualitas pembangunan manusia. Dari 174 negara yang diurutkan berdasarkan kualitas manusia atau bangsanya,

Indonesia hanya berada pada urutan ke-112. Sebagai perbandingan Singapura menempati peringkat ke-28, Brunei Darussalam ke-31, Malaysia ke-58, Thailand ke-74, dan Filipina ke-85.

Sejumlah kalangan menengarai, kondisi itu sebagai buah kebijakan pemerintah yang tak serius menangani pendidikan. Soal anggaran misalnya, sejak dulu pemerintah kita tidak pernah menyediakan alokasi dalam jumlah memadai. Dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, anggaran pendidikan Indonesia berada jauh di bawahnya. Jika tahun ini kita masih berkutat pada angka Rp 21,585 triliun atau 5,7% dari APBN, kedua negara itu telah merealisasikan anggaran dengan besaran tiga kali lipatnya. Itu baru pada sisi penyediaan anggaran. Belum lagi sejumlah ketertinggalan lain yang kita alami, termasuk dalam hal kurikulum maupun jaringan kerja sama dengan negara lain. Maka, kita tak sepatutnya merasa gengsi untuk belajar kembali dari kedua negara yang berusia relatif lebih muda itu.

Dengan latar pemikiran tersebut, rombongan Udinus yang dipimpin Rektor Dr Ir Edi Noersasongko M Kom dan Ketua Yayasan Dian Nuswantoro Tri Rustanti SE mengunjungi National University of Singapore (NUS) dalam studi tur ke Singapura dan Malaysia, 29 November-3 Desember lalu. Meski singkat, kunjungan tersebut membuka cakrawala pandang, betapa pendidikan yang baik memerlukan perencanaan dan sistematika yang baik pula, termasuk di dalamnya adanya komitmen pemerintah.

Ditinjau dari segi fasilitas fisik saja, keunggulan universitas terbesar di Negeri Singa itu segera tampak di depan mata. Memasuki kompleks NUS yang berada di Ken Ridge Road, kami merasakan atmosfer kampus yang ideal untuk proses pembelajaran. NUS menempati lahan seluas 1,5 hektare di bagian barat daya Singapura. Letaknya yang berada di pinggiran kota membuat kampus ini dapat bernapas lega, setidak-tidaknya bebas dari impitan gedung-gedung pencakar langit.

Di dalam kompleks terlihat sarana dan prasarana yang dibangun secara terpadu, dari gedung university hall, ruang kuliah, areal parkir, fasilitas olahraga, laboratorium, perpustakaan, hingga gedung kesenian. Fasilitas-fasilitas tersebut dihubungkan dengan jalan, yang meski tak terlampau lebar, namun amatlah mulus. Untuk menuju satu tempat ke tempat yang lain, tersedia bus yang dapat dinaiki secara gratis. Seperti desain tata kota Singapura pada umumnya, kompleks kampus itu memberi ruang yang cukup bagi padestrian (pejalan kaki) serta taman-taman yang rindang oleh pepohonan.

Komitmen Pemerintah

Hari itu suasana kampus NUS relatif sepi. Sivitas akademika yang berlalu-lalang di dalamnya tak terlampau banyak. Menurut Liliana, pemandu dari Nusantara Tour & Travel yang mendampingi kami selama tur studi, hal itu terjadi lantaran sedang memasuki masa akhir menjelang Natal. Mahasiswa dan dosen yang telah menyelesaikan urusan akademik lebih memilih libur lebih awal.

Penting diketahui, universitas yang sedang merayakan 100 tahun kelahirannya itu, kini memiliki 13 fakultas dengan mahasiswa berjumlah 31.000. Mereka tak cuma berasal dari Singapura, tetapi dari 77 negara lainnya. Demikian pula pengajarnya. Mereka punya jaringan kerja sama dengan universitas dan perusahaan terkemuka dunia, laiknya Australian National University (ANU), Harvard University, University of Carolina at Los Angeles (UCLA), John Hopkins University, Moscow State University. Hal itu cukup menjadi tengara betapa NUS memang universitas berkelas dunia. Pada tahun 2000, majalah Asia Week (kini tidak terbit) pernah menobatkan NUS sebagai salah satu universitas terbaik di Asia.

Tentu saja untuk bisa belajar di NUS tidaklah gampang. Seorang calon mahasiswa harus memenuhi kualifikasi yang ditentukan melalui serangkaian tes bersifat ketat. Tak ada sogok-menyogok dalam penyeleksian tersebut. Untuk yang satu ini, seorang pejabat di Semarang punya kisah menarik. Suatu ketika dia ingin memasukkan putranya ke NUS. Lantaran tak lolos seleksi, dia menawarkan biaya tambahan kepada pihak universitas agar sang putra bisa diterima sebagai mahasiswa. Namun dengan tegas, pihak NUS menolak.

Kendati demikian, perjuangan berat menjadi mahasiswa NUS mendapat balasan setimpal. Setiap mahasiswa universitas bersemboyan ''Towards a Global Knowledge Enterprise'' itu mendapat subsidi 70% dari total biaya yang dibutuhkan. Jika setiap semester seorang mahasiswa menghabiskan biaya pendidikan Sin $ 10.000 atau sekitar Rp 60 juta, maka mereka cuma membayar 30% saja. Bagi mahasiswa baru, mereka mendapat penginapan serta makan minum gratis selama tiga semester pertama. Belum lagi untuk mahasiswa berprestasi akan mendapat fasilitas tambahan seperti beasiswa.

Ilustrasi di atas menunjukkan, betapa Pemerintah Singapura punya komitmen besar memajukan pendidikan di negerinya. Kesuksesan itu tak urung membuat kita berkaca dan segera bersigegas mengatasi ketertinggalan. Dan untuk itu, tak perlu sungkan mengikuti ungkapan ''Belajarlah, walau sampai ke Negeri Singa''.
 
Update On : 01 January 1970 07:00:00 am

Write Your Comments

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfusedsurprisedbig surprisetongue laughtongue rolleye
tongue winkraspberryblank starelong faceohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirkcool grincool hmmcool madcool cheese
vampiresnakeexcaimquestion        

 


AWARDS
INFORMASI PMB 2014
PEMENANG MUHIBAH SENI DIRJEN DIKTI 2010
MEDIA TELEVISI
Ijin Penyiaran : 234/KEP/M.KOMINFO/8/2008
LAYANAN ORANG TUA/WALI
INFORMASI LOKAL
AGENDA

VIDEO UDINUS
1 |  2 |  3 |  4 |  5 |  6 |  7 |  8 
PROFIL

Kisah Sukses Jualan Hijab Via Online

Tsummadana Wulan

Hijab saat sudah menjadi salah satu trend mode di tanah air sehingga wanita tidak bosan mengenakan hijab yang itu-itu saja. Melihat peluang tersebut, Tsummadana Wulan (22) merintis karir dengan mendesain hijab dan menjualnya via online. Bahkan saat ini produknya sudah dipakai puluhan artis tan

........selanjutnya

BERIKALAH APA YANG KITA MILIKI

Alan Nuari WS

Berawal dari tempat yang terhormat dan begitu mulia yaitu Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi S1 Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Kami seluruh mahasiswa akuntansi S1 khususnya saya Alan Nuari WS,dengan NIM B12.2008.01247 banyak sekali mendapatkan ilmu dan berbagai pengalaman belajar selama di

........selanjutnya

Mengabdi Sebagai Penyuluh KB Kabupaten Demak

Richi Eka Yanti

Menjadi alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Udinus merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Materi yang saya dapat di perkuliahan sangat membantu sekali dalam pekerjaan saya yang sekarang ini sebagai penyuluh Keluarga Berencana (KB). Kebetulan waktu penerimaan penyuluh KB baru hanya saya yang d

........selanjutnya

Tetaplah SEMANGAT dalam kuliah

Muhammad Irham Jamal

Kuliah di Prodi S1 KesMas Peminatan K3LI F.Kes Udinus sangatlah menjadikan tantangan tersendiri bagi saya untuk mengaplikasikannya, terutama saat dapat kesempatan untuk Magang di Perusahaan yang Bonafide. Ilmu yang kita peroleh sewaktu kuliah aplikasikanlah saat sedang magang dan belajarl

........selanjutnya

Karakter dan softskills adalah nilai yang sangat dibutuhkan untuk berkarya di kehidupan nyata

Bernadus Andre

Seseorang yang selama 8 semester menekuni ilmu sastra inggris namun saat ini berprofesi di bidang perbankan sebagai staf pada direktorat Trade Finance Operation di salah satu bank dengan reputasi regional ASEAN, dialah Bernardus Andre Hernawan.

 

Sosoknya yang sederh

........selanjutnya

Menjadi Bagian dari 167 Top World Universities Ranking

Anisa Larasati

Saya alumni Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Dian Nuswantoro.  Saat ini saya mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi di Faculty of Languages and Linguistics University of Malaya, Malaysia. University of Malaya (UM) adalah universitas terbaik di Malaysia yang masuk da

........selanjutnya

Tuna Netra, Sarjana Sastra FBS Udinus ber- IPK 3.46

Suryandaru

Suryandaru namanya,  salah seorang mahasiswa tunanetra yang kuliah di Udinus melalui program kerja sama antara Udinus dan DPD PERTUNI Jawa Tengah. PERTUNI merupakan singkatan dari Persatuan Tunanetra Indonesia dan merupakan organisasi kemasyarakatan tunanetra yang indepen

........selanjutnya

Kuasai Dunia Dengan Bahasa

Hery Pamungkas

Bisa tampil di Televisi barangkali menjadi impian bagi semua orang, demikian juga jalan hidup yang akhirnya mengarahkan sosok muda kelahiran Pati 12 Januari 1982 ini untuk berkecimpung di bidang penyiaran atau broadcasting yaitu menjadi Reporter, Presenter maupun Produser di salah satu TV Loka

........selanjutnya

Sukses Bukan Sebuah Titik

Nur Endhar Gustiarko

Alhamdulillah, Rabu 5 Oktober 2011 dalam Upacara Wisuda Ke-XLII, Saya resmi menjadi alumni Universitas Dian Nuswantoro Semarang ( UDINUS ). Sungguh perasaan senang bercampur haru mengingat pada hari itu Saya dikukuhkan menjadi seorang Sarjana, namun tentunya banyak kenangan dan pencapaian bers

........selanjutnya

Penulis Buku Komputer Security di Indonesia & di Malaysia

Fauzi Adi Rafrastara

Fauzi Adi Rafrastara. Lahir di Semarang, 30 April 1988. Menyelesaikan pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Rembang. Pada tahun 2005, melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi dengan mengambil S1 di Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Jurusan Teknik Informatika. Pada tahun 2009, berkese

........selanjutnya

Jangan takut untuk belajar dan tetap semangat dalam memperbaiki diri

Andik Setyono

Andik Setyono, lahir pada tanggal 12 Pebruari 1980, merupakan alumni Universitas Dian Nuswantoro Semarang (UDINUS) pada tahun 2003 dan 2005 untuk gelar Sarjana dan Master dalam bidang teknologi informasi secara berurutan. Dia bekerja sebagai dosen di Fakultas Ilmu Komputer UDINUS, dimana saat

........selanjutnya

Di Madrasah Qudsyiah Kudus, Aku Mengawali Belajar IT

Fahri Firdausillah

Saat ini saya sedang melanjutkan studi S2 di Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) fakultas Information and Communication Technology (ICT), sebelumnya saya pernah menjadi programmer, database adaministrator, dan juga webmaster di Universitas Dian Nuswantoro. Kalau anda mengira dulu saya s

........selanjutnya

Berlarilah jika tidak ingin tertinggal

Nisa`ul Hafidhoh

Beruntung sekali dapat menjadi bagian dari program kerjasama UDINUS dan ITB ini. Teringat pertama kali saat dosen UDINUS menitipkan saya kepada dosen di ITB, ada seorang dosen di ITB yang berpesan “Berlarilah jika tidak ingin tertinggal”. Benar yang saya rasakan malam-malam penuh &ldq

........selanjutnya

Producer program TV "TOLONG"

Apriyanto Nurdhani Putra Pamungkas Sari

Saya mengucapkan terima kasih atas diberinya kesempatan untuk membuat testimoni tentang profil saya ini. Saya dapat bekerja di Dreamlight Word Media ini adalah berkat dari Tuhan dan bimbingan dari bapak / ibu dosen di udinus sehingga saya bisa bekerja dengan baik dan semakin meningkat. Karena dal

........selanjutnya

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Dumununging Ingsun Angrakso Nagoro Nuswantoro (DIAN NUSWANTORO)